Wednesday, June 9, 2010
Jangan pikirkan apa yang kamu tulis, tapi tulislah apa yang kamu pikirkan!
“Jangan pikirkan apa yang kamu tulis, tapi tulislah apa yang kamu pikirkan”
Sebuah kata bijak yang menggugah hati dan pikiran saya. Bagaimana sebuah tulisan akan selesai jika kita selalu memikirkan tulisan kita?! Sedangkan tulisan akan tercipta dari segala hal yang kita pikirkan.
Kata-kata indah memang tidak mudah keluar dari pikiran saya, ingin sekali bisa menulis layaknya penulis-penulis yang telah mengeluarkan sejumlah buku untuk dibaca oleh orang banyak. Menulis kata demi kata yang menarik dan menggugah pikiran mereka. Tapi sungguh sulit terasa, ketika semakin lama saya berpikir harus menulis dengan bagusnya. Kepala saya akan terasa sakit, memikirkan kata-kata apa yang harus saya keluarkan.
Bagi sebagian orang, menulis bukanlah hal yang menarik. Untuk membuat sebuah tulisan saja akan terasa sulit. Menulis hanya seperti melakukan hal yang tidak berguna. Karena menulis terasa sangat berat karena bingung bagaimana mengeluarkan kata demi kata yang ingin dituliskan. Padahal dengan menulis, pikiran kita akan terbuka, terbang dengan bebasnya, dan menghilangkan rasa penat dalam kepala yang akan hanya membuat kita terbebani.
Monday, June 7, 2010
Kini saya mengerti. Cinta itu..
Berbagai macam hal terjadi setiap saat dalam kehidupan ini. Dari hal yang menyenangkan, menyedihkan hingga menyakitkan. Tak bisa ditebak kapan terjadi dan berakhir. Semakin lama menjalani kehidupan, maka selama itu pula kita akan mengalami berbagai macam hal, terus menerus hingga kita memahami dan menjadikan pribadi yang semakin dewasa.
Begitu pula yang terjadi pada saya. Berbagai macam pertanyaan selalu menghantui. Dulu saya bertanya sendiri dalam hati, terkadang terlupa lalu kembali menghampiri. Salah satunya adalah yang setia dibicarakan oleh setiap manusia, cinta.
Mengapa orang bisa jatuh cinta?
Apa yang menyebabkan orang bisa jatuh cinta?
Bagaimana rasanya orang yang jatuh cinta?
Wednesday, June 2, 2010
Cencorang :D
NASKAH DRAMA
CENCORANG
( kisah konyol anak asrama :D )
Pelaku :
1. Neli, siswa yang rajin online dan membaca buku
2. Mutia, siswa yang rajin begadang
3. Okta, siswa yang rajin tidur dan teleponan
4. Ara, siswa yang rajin membantu
Setting :
Kamar 1204 asrama putri, kasur no. 3 milik Neli dan meja belajar no. 4 milik Mutia.
Waktu telah menunjukkan pukul 23.05, saatnya bagi sebagian siswa penghuni asrama untuk tidur. Begitu pula dengan siswa yang menempati kamar 1204 Astri 1. Malam yang terasa melelahkan karena mereka habis dihukum sesaat setelah apel malam selesai.
Malam itu kamar telah disapu, dibersihkan, dan masing-masing pemilik telah merapikan meja dan kasur. Sangat nyaman bagi mereka untuk tidur ataupun belajar. Siswa penghuni kamar telah menempatkan dirinya pada kegiatan masing-masing, ada yang hendak tidur, belajar, bercerita, dan teleponan.
Sunday, May 30, 2010
Cerita, Cerita Mimpiku.
Aku terpaku pada layar laptop di depanku. Tampak sebuah halaman kosong untuk aku menulis apapun yang aku mau. Layar laptop yang kecil membuatku harus memosisikan diriku, mataku lebih tepatnya, pada jarak yang dekat. Walau mata terasa perih, namun tetap ku fokuskan untuk menulis.
Sambil mendengarkan nasyid-nasyid favoritku yang mengalun dengan indahnya, kubiarkan jemariku menari dengan anggunnya di atas keaboard hitam. Huruf demi huruf pun tersusun menjadi sebuah kata dan kemudian terangkai dalam kalimat.
Pikiranku, kubiarkan terbang melayang melewati awan-awan angan dan cerita. Walau terkadang tersesat ataupun menjadi goyah. Terus menerus kupikirkan kata apa yang sebaiknya kutuliskan, dengan jemariku yang tak berhenti tuk menari.
Malam pun kian larut, jam yang tadinya menunjukkan pukul 22.50, kini telah berubah menjadi 23.15. Suasana yang tadinya ramai, perlahan-lahan menjadi sunyi. Udara yang tadinya panas, kini mulai terasa dingin. Kini, hanya terdengar nasyid, sayup-sayup suara pintu kamar yang sengaja dibuka dan ditutup, suara detikan jam dan sesekali getaran handphone.
Wednesday, April 8, 2009
Sebuah Kerinduan
Siang itu terdengar teriakan keras teman-teman memanggil nama seorang pria. Sedikit membuatku kaget dan membuatku. Tidak hanya aku, tetapi beberapa teman ku yang sedang beristirahat. Bersegeralah aku menuju jendela dan melihat apakah yang terjadi di luar sana. Hoho, ternyata ada seseorang yang pernah mengasuh kami sebelumnya, dia tersenyum seraya melambaikan tangannya. Kulihat juga diluar sana para putra yang sedang melewati asrama putri, menuju masjid untuk melaksanakan sholat jumat pun melihat kearah sumber teriakan. Hehe, teman-teman ku heboh sekali pikirku..
“Pak Bowo.. Pak Bowo.. Pak Bowo..!!”
Ya, itulah nama beliau. Salah seorang TNI yang pernah mengasuh kami selama kurang lebih satu bulan. TNI pertama yang kami kenal di asrama melati. Hehe
Tak lama aku pun membayangkan hal-hal yang pernah kami lakukan bersama beliau di bulan pertama kami memasuki asrama melati. Tapi tak banyak pula yang kuingat dari beliau, hanya saja beberapa ciri khasnya yang akan selalu kami ingat dan kami kenang. (Ceilee..)
“Pak Bowo.. Pak Bowo.. Pak Bowo..!!”
Ya, itulah nama beliau. Salah seorang TNI yang pernah mengasuh kami selama kurang lebih satu bulan. TNI pertama yang kami kenal di asrama melati. Hehe
Tak lama aku pun membayangkan hal-hal yang pernah kami lakukan bersama beliau di bulan pertama kami memasuki asrama melati. Tapi tak banyak pula yang kuingat dari beliau, hanya saja beberapa ciri khasnya yang akan selalu kami ingat dan kami kenang. (Ceilee..)
Sunday, April 5, 2009
Asrama Melati. Melati. Melati.
24 Juli 2008.. itulah hari pertama ku menginjak daerah kampus SMAN 10 Melati Samarinda..
Tempat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Saat itu ramai sekali orang tua yang mengantarkan putra-putrinya yang akan tinggal kampus Melati. Mengantarkan anak mereka yang akan menimba ilmu di SMAN 10 Melati.
Tak lama setelah aku menghentakkan kaki, turun dari sebuah mobil. Aku pun segera menuju asrama putri, tempat dimana aku akan menghabiskan hari-hari ku di SMA. Kemudian memasuki asrama dan melihat kiri dan kanan, tempat yang baru ku kenal itu. Lalu melewati koridor dimana pada kiri dan kanannya terdapat pintu untuk memasuki kamar-kamar.Hal yang membuatku tak menyangka adalah aku melihat teman-teman ku yang yang di Sangatta, yang sempat terpisah karena aku pindah ke samarinda.
Subscribe to:
Posts (Atom)
日本に行きましょう! [Let's go to Japan!] ^^