Wednesday, January 9, 2013

Kompleksitas Aku.

Aku melangkah diatas langit, dibawah tanah.
Melihat dunia tak di sembarang sisi.
Melangkah dengan kecepatan yang tak sama.
Mencari makna dengan cara yang berbeda.

Suaraku tak kuat untuk menjadi mayor.
Tapi kataku bisa sekecil plankton.

Kupandang duniaku cukup dengan dua mata.
Banyak mata hanya tuk mencari warna.
Tidak secara luas dan datar.
Namun kecil menyudut hingga akar.

Kompleksitas yang kupahami, berbeda denganmu.
Detail sudut yang tergambar pun tak sama.

Mencariku lebih dalam?
Samakan saja sudut pandangmu,
Hanya untuk melihatku,
Tapi bukan untuk merubah dirimu.

Karena aku, kamu, dia, mereka, berbeda.

Cmh, 9.1.13
9.45 pm

Tuesday, January 8, 2013

Masih, Dandelion.


   "Andaikan kau tahu, dandelion bukan sekedar rumput liar tak berguna,
     tapi ia indahkan tanahmu, dari gersanya tanahmu." -NMA

Tak terlupa dengan kisah dandelion, bukan? Ya, sekilas kisah dandelion yang pernah kutuliskan di blog ini, lebih dari setahun silam.

Maka kali ini, izinkanku tuk menceritakannya lagi, sedikit saja.

Saturday, January 5, 2013

(calon) Psikolog juga manusia

Haalloooo~
Assalamu'alaykum wr wb.

Apa kabar, buu? Kabar kesehatanmu? Kabar keimananmu? Kabar hatimu? *oops :p
Berapa persen mood mu hari ini? Aah.. teringat dengan jelas, di zaman SMA, saya sering sekali mengeluarkan pertanyaan itu, entah ditanyakan kepada orang lain, ataupun diri sendiri. Maklum, masa-masanya labil, hihi. Sampai ada seseorang yang memberikan pesan kepada saya :
"Stabil! Kalo gak stabil, tilawah. Kalo males tilawah, cari jendela! (cari udara segar maksudnya)" - PSB

Satu bait.

Satu lagi tetes, air mata.
Diatas batik hijau, ketika kukatakan "akan manis jika sepasang".
Siapa bilang sendiri itu menyenangkan?
- Kimi dake -
Bagaimana jika ia menjelma rindu?

Cmh, 5.1.2012
5.01 pm
:: ________________ :: ________________ :: ________________ :: ________________ :: ________________ ::

Friday, January 4, 2013

Diantara ragu, malas, dan santai.

Terkadang diri ini merasa bimbang untuk menjadi giat, bukan karena malas, yaa walaupun ada sedikit terselip rasa malas, tapi.. seperti petunjuk. Mau dipaksa sedemikian rupa, tetap saja rasanya ragu, ataupun terlalu santai. Dan hal ini tidak terjadi terkadang, namun sering. Apalagi semenjak di masa kuliah ini, dimana saya dituntut agar dapat melakukan  self-awarness dengan baik.

Pada satu sisi, saya tahu, hidup saya tidak boleh dijalankan dengan berleha-leha, lemas, patah semangat, dan segala hal buruk lainnya. Karena terlalu banyak achievement yang harus saya raih. Buat saya, hidup tentunya harus ada visi-misi dan planning yang jelas, realistis. Maka jika satu langkah saja saya jalankan dengan buruk, hancur susu sebelanga, hihi

Tapi, pada sisi lain, rasa ragu, enggan, dan terlalu santai itu terlalu, uuhh! tak bisa dilawan. Namun, seperti yang tadi saya katakan, hal itu terasa seperti layaknya petunjuk, 'perlindungan' dari Allah SWT. Jika hal ini salah, mohon maafkanlah saya, karena inilah yang saya rasakan, entah benar ataupun salah.

Bingung?

Hehe, baiklah akan saya ceritakan maksudnya uniknya. Berhubung saat ini saya sudah kuliah *uhuk uhuk* jadinya saya ceritakan sesuai dengan taraf saya, ya. Yang lebih muda *jadi merasa tua, haha* bisa menyesuaikan.

Thursday, January 3, 2013

Undifferentiated desires.

Saat itu, batangnya bercabang banyak, meski tak tergambar dengan baik cabang dan rantingnya. Segala keinginan dan hal yang ingin dilakukan telah dapat dideferensiasikan, begitu kata interpretasi 'amatir' dari pohonnya. Jadi, antara percaya dan tidak. Eeh, ditambah pula masalah yang membuat saya semakin meragukannya.

Saya rindu rumah, not just that's all the point.
Entah dimulai dari sana, namun rasanya hal tersebut menjadi salahsatu yang selalu terngiang.
Nampaknya butuh afeksi setelah sekian lama mengisolasi diri dari lingkungan yang tak membuat diri menjadi nyaman. Ditambah beragam masalah serta konflik yang nampaknya menghadirkan stress plus agresi yang lebih besar hingga membuat self-motivation perlahan jatuh tersungkur.

[Multiple] Approach-approach conflict, begitu kata Kurt Lewin dan tambahku. Karena tak lagi dua, tapi banyak rasa. Konflik yang mengganggu atensi. Dan meningkatkan kadar kecemasan realistik (atau neurotik), hoaa!

Tuesday, January 1, 2013

Sahabatmu. Sahabat sepiku.

Ah, begitu terharunya saya kemarin, mendapatkan pesan (atau puisi ya?) dari seorang kawan. Bagi saya, bahagia pula rasanya, ketika saya dipercayai untuk menempati posisi terhormat dalam dirinya, dalam self-concept nya. Menjadi seorang sahabat.

Sangat tak pantas rasanya, mengemban gelar tersebut, karena sebenarnya tak banyak yang saya berikan padanya. Menghadapinya, bisa jadi hanya topengku belaka, entahlah. Tapi satu hal yang saya sadari dan syukuri, bahwa kehadiran saya dapat bermanfaat untuk orang lain, tak sia-sia. Ya, itulah yang saya harapkan sejak dulu. Meski tak nampak secara jelas, grafitasi membuat kita tetap berdiri tegap diatas bumi.

Speechless. Tapi, jazakallahu khoir padamu yang telah percaya padaku :')


日本に行きましょう! [Let's go to Japan!] ^^