Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts

Wednesday, January 9, 2013

Kompleksitas Aku.

Aku melangkah diatas langit, dibawah tanah.
Melihat dunia tak di sembarang sisi.
Melangkah dengan kecepatan yang tak sama.
Mencari makna dengan cara yang berbeda.

Suaraku tak kuat untuk menjadi mayor.
Tapi kataku bisa sekecil plankton.

Kupandang duniaku cukup dengan dua mata.
Banyak mata hanya tuk mencari warna.
Tidak secara luas dan datar.
Namun kecil menyudut hingga akar.

Kompleksitas yang kupahami, berbeda denganmu.
Detail sudut yang tergambar pun tak sama.

Mencariku lebih dalam?
Samakan saja sudut pandangmu,
Hanya untuk melihatku,
Tapi bukan untuk merubah dirimu.

Karena aku, kamu, dia, mereka, berbeda.

Cmh, 9.1.13
9.45 pm

Friday, December 21, 2012

Surat Kataku

Suara, sejak dulu memang tak berani kujadikan superior. Melengking, sumbang, atau memecah, itu yang kutakutkan. Bukan karena diriku, tapi hati para pendengar ocehanku.

Kataku, tak harus verbal. Non verbal pun tak jadi masalah, bukan? Aku, terlalu takut untuk melihat wajah murammu, jika mendengar suaraku. Terlalu takut ketika kau lemparkan tanya, aku tak bisa.

Karena itu, baiknya kutulis kata, rasa, cita, dan cinta. Pada setiap kata demi kata implisit, agar tak semua terpana. 

Tenang saja, kataku akan kuukir halus hingga detail agar makna kan tergambarkan jelas. Jikalau engkau, mau memahami setiap alur bahasa, makna, dan kata yang tersirat. Hanya untukmu.

Jangan banyak bertanya, pahamilah!

Cmh, 21/12/2012
- another words that should you forget, buddy. -

Tuesday, December 18, 2012

Mengeja Pelangi #Part 1

Mengeja Pelangi
Bukan P-E-L-A-N-G-I
Tetapi.. Langkah yang meniti
Dan, hitungan rintik hujan tak henti
Disini, hari ini. Tanpa kepastian yang berarti.

edited
Cmh, 18/12/2012

Wednesday, December 12, 2012

Bersama Sepi

Tak jarang, aku iri dengan mereka,
Berjalan melangkah bersama,
Berlari. Bernyanyi. Tertawa.
Bersama.

Bahkan menangis hingga marah,
Bersama.

Ikatan yang terbentuk sejak mereka, kita,
Menangis, push up, berlari, berteriak, berjongkok, berguling, merayap.
Dan waktu, tak akan berani memecahkan kami.
Ego pun tak lagi berani menyapa.

Karena kami, ditakdirkan untuk,
Bersama.

Monday, December 10, 2012

Kuncup Mati

kuncup bunga yang mekar
rapuhnya akar
tak kokoh berdiri tegar

kelopak yang merona merah
kian melemah
berguguran jatuh ke tanah

daun yang melayu
hijau sayu
rontok satu per satu

mengering
merunduk
mati


Asrama, 9 juni 2010

Mentari Yang Tak Bersahabat

sudah kumaki sang mentari
karena tak lagi bersahabat
abaikan sang awan dan hujan

sudah kumaki sang mentari
karena biarkan awan
terus gelap dan kelabu

sudah kumaki sang mentari
karena biarkan hujan
selalu jatuhkan rintiknya

bukan salah awan yang kelabu
bukan pula hujan yang berlagu
melainkan mentari yang tak menyinarkan


Asrama, 7 juni 2010

Malam Hening

Kuncup yang melayu
Kuncup yang merekah
Terbawa oleh hembusan angin

Langit yang kelabu
Langit yang merona merah
Tersingkap oleh hamburan awan

Melagu
Terpanah
Kenangan


Asrama, 5 Juni 2010
12.30 am

Ya Aku Tahu!

Aku tahu kau dengki
Aku tahu kau marah
Aku tahu kau benci

Mengapa harus kau tumpahkan rasa dengkimu
Mengapa harus kau bakar amarahmu
Mengapa harus kau kembangkan rasa bencimu

Lupakah kau dengan semua kenangan indah kita?
Lupakah kau dengan semua pengorbanan kita?
Lupakah kau dengan semua perjuangan kita?

Aku tahu kau terluka
Aku tahu kau tersakiti
Aku tahu kau tak suka

Mengapa tak kau tunjukkan luka itu
Mengapa tak kau sembuhkan sakit itu
Mengapa tak kau selesaikan tak suka itu

Tak inginkah kau tanamkan lagi kenangan indah kita
Tak inginkah kau habiskan masa perjuangan kita
Tak inginkah kau berikan sedikit pengorbanan untuk kita

Ya aku tahu…

Kau hanya mau lakukan apa yang kau inginkan
Kau hanya mau lakukan apa yang bertentangan
Kau hanya mau lakukan apa yang kau sebut kebebasan


Asrama, 4 Juni 2010
10.05 pm

Sunday, May 29, 2011

Sajak Sapardi Djoko Damono

SAJAK-SAJAK KECIL TENTANG CINTA
Mencintai angin, Harus menjadi siut
Mencintai air, Harus menjadi ricik
Mencintai gunung, Harus menjadi terjal
Mencintai api, Harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala, Harus menebas jarak
Mencintai-MU, Harus menjelma aku


日本に行きましょう! [Let's go to Japan!] ^^