Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Friday, May 17, 2013

Penghayatan tentang Ilmu, hari ini.


Jadi memaknai secara positif, serangkaian kegiatan hari ini.
Siang ini saya begitu riweuh untuk urusan organisasi. Dan saya jadi menyadari bahwa saya merindukan suasana seperti itu, berorganisasi.

Lalu kuliah siang ini, rasanya tidak kondusif karena fokusku yang terpecah. Jadinya, teori apa yang saya pahami hari ini? Seems nothing.
Dan hal ini saya sangat sesalkan. Itu berarti, saya harus menyiapkan waktu khusus untuk memahaminya lagi, sendiri.

Lalu malam ini, setelah mendapatkan pertanyaan yang berhubungan dengan major saya, saya menjadi ter-arouse terhadap ilmu psikologi yang saya pelajari selama ini, rasanya masih sedikit, baru empat semester, dan ilmu yang benar-benar tersimpan di dalam long-term memory mungkin tidak sampai 70%.

Sebagai calon psikolog ataupun psikolog -walaupun pengennya scientist/researcher- nantinya, bekal saya saat ini rasanya sangat kurang sekali. Saat ini, untuk pertanyaan yang mudah dan -kebetulan- saya mengerti tentang teorinya, saya masih bisa menjelaskan dengan baik. Tapi nanti, jika pertanyaan lainnya semakin rumit, dan tidak diimbangi dengan bekal yang memadai, bagaimana saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan dengan baik dan sesuai? Psikologi lho, jawabannya gak boleh sembarangan. Salah sedikit bisa fatal karena 'menusuk' langsung ke sisi psikologis seseorang.

Saturday, March 30, 2013

New Violin!

Hola!
Mumpung mood sedang baik, mumpung sempat untuk menulis, mumpung belum mulai belajar lagi untuk UTS di hari Senin esok, Alhamdulillah :D

^*^*^*^*^*^

ほら!ついに、私の新しいヴィオリン。幸せな~ (*^-^*)


Friday, January 4, 2013

Diantara ragu, malas, dan santai.

Terkadang diri ini merasa bimbang untuk menjadi giat, bukan karena malas, yaa walaupun ada sedikit terselip rasa malas, tapi.. seperti petunjuk. Mau dipaksa sedemikian rupa, tetap saja rasanya ragu, ataupun terlalu santai. Dan hal ini tidak terjadi terkadang, namun sering. Apalagi semenjak di masa kuliah ini, dimana saya dituntut agar dapat melakukan  self-awarness dengan baik.

Pada satu sisi, saya tahu, hidup saya tidak boleh dijalankan dengan berleha-leha, lemas, patah semangat, dan segala hal buruk lainnya. Karena terlalu banyak achievement yang harus saya raih. Buat saya, hidup tentunya harus ada visi-misi dan planning yang jelas, realistis. Maka jika satu langkah saja saya jalankan dengan buruk, hancur susu sebelanga, hihi

Tapi, pada sisi lain, rasa ragu, enggan, dan terlalu santai itu terlalu, uuhh! tak bisa dilawan. Namun, seperti yang tadi saya katakan, hal itu terasa seperti layaknya petunjuk, 'perlindungan' dari Allah SWT. Jika hal ini salah, mohon maafkanlah saya, karena inilah yang saya rasakan, entah benar ataupun salah.

Bingung?

Hehe, baiklah akan saya ceritakan maksudnya uniknya. Berhubung saat ini saya sudah kuliah *uhuk uhuk* jadinya saya ceritakan sesuai dengan taraf saya, ya. Yang lebih muda *jadi merasa tua, haha* bisa menyesuaikan.

Thursday, December 27, 2012

Jenuh belajar? Yuk dilawan!

Eitts, jenuh belajar? Tak jarang dialami oleh pelajar, dari tingkat TK sampai kuliah. Tapi tentunya, tingkat kejenuhan belajarnya pun berbeda. Dan terutama untuk pelajar SMA dan mahasiswa/wi, sudah tahu kan, dampaknya ketika jenuh itu melanda? Ya, mogok belajarpun mendemo diri besar-besaran.
"Waduh, gimana dong? Nilai saya harus bagus pas ujian. Biar saya cepet lulus.".
Hihi, yasudah, jangan mogok belajarnya, dong ^^
"Hmm, saya gak pernah jenuh belajar sih, tapi gimana kalo tiba2 jenuh?"
Haha, yasudah, usir saja jenuhnya :p

Berbagai kemungkinan pasti dapat terjadi. Roda kehidupan bergerak berputar, ke atas dan bawah. Jadi, ada saatnya kita menjadi kuat, dan ada pula saatnya kita lemah. Tapii... Bukan berarti kita jatuh, terpuruk, bruk bruk bruk hingga sulit untuk bangun, innalillahi. Nah karena itu, penyakit jenuh dalam belajar perlu ditanggulangi, perlu dilakukan antisipasi, agar ketika penyakit tersebut melanda, kita tidak akan keteteran hingga nilai menjadi merah, jelek, anjlok, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengantisipasi kejenuhan yang terjadi? Berikut saya akan membocorkan resep rahasia, agar kejenuhan dapat tetap terkendali ;)

Wednesday, December 19, 2012

Curhat, mode: on [part 3]

11.15 PM. Eww, it's night already..
Ah, sebelum mempersiapkan presentasi besok pagi, curhat dulu deh, hehe

Hari ini tak banyak kegiatan yang saya lakukan, tapi rasanya.. penaaatt sekali setelah skoring tiga tes dikali dua, lieuurr >.<
Ditambah lagi, ada masalah yang muncul tiba-tiba *jengjeng* (kapan masalah gak muncul secara tiba-tiba?! -.-)
Yahh.. cocok sekali. Dikali, saya terserang penyakit homesick akut sejak beberapa minggu yang lalu T^T
Dibagi, energi sisa terkuras, karena sejak malam belum makan nasi hingga sore harinya, hanya sebungkus roti berselai kacang.
Dikurang, oleh kegiatan yang menguras pemikiran beserta energinya, seperti skoring pauli, especially.
Seketika, pandangan saya melemah, kacamata pun harus kembali digunakan.

Yaa.. itu sih tadi. Beberapa saat sebelum saya tumpahkan curhatan saya kepada seseorang, ba'da isya. Seseorang yang nan jauh di seberang sana, dan selalu saya rindukan. Setiap berbicara atau teleponan dengan beliau, tak pernah motivasi saya menjadi tidak naik. Yes, he is one of my motivator.

Saturday, December 15, 2012

Next Amanah: SEMANGAT Klasikal

Kepada saudara telah dibagikan beragam amanah yang harus diselesaikan. Bekerjalah dengan sabar, semangat, dan istiqomah. Tidak diperkenankan untuk mengeluh, menyerah, ataupun berbagai pemikiran serta perasaan buruk lainnya. Pastikan ibadah saudara tidak ada yang tertinggal sedikitpun. Awali dengan 'Bismillah'. Silahkan, MULAI !

Tes Klasikal, mode: ON

Saturday, November 24, 2012

Aaa.. Kepalaku Bercabang Dua!

"Aaa.. Kepalaku Bercabang Dua!"
Haha sebuah judul yang sudah kupikirkan sejak lama, and today is the moment :D
Tadinya mau dipakai untuk judul sebuah buku yang ingin kuterbitkan, tapi.. karena belum ada "persiapan" sama sekali, jadinya mari kita baca di blog saja :D

What a wonderful fajr! Bukan karena hari ini saya ultah, tapi saya berhasil melawan rasa malas untuk bertemu dan bersyukur atas Sang Pencipta, Sang pemberi nikmat dan kesempatan bagi saya untuk dapat beribadah dan menyembahnya, Allah SWT. *kok kayak pidato ya? hehe

Dan akhirnya tibalah hari yang menggenapkan saya bertambah umur. Tak terasa sudah nyaris mendekati fase remaja akhir -kata teori. Itu berarti, sudah sekitar belasan tahun saya hidup, menggoreskan tinta pelangi dan tinta hitam pada lembar kehidupan saya. Entah lebih beragam warnanya, ataukah terlalu banyak warna hitam karena banyak dosa? Wallahu'alam.

Tapi yang pasti, sepertinya masih banyak yang belum saya lakukan untuk menggoreskan tinta warna tersebut. Huaaa! Waktuku semakin berkurang, semakin berkurang! >.<
Harus segera membuat strategi akselerasi untuk mengejar semua ketertinggalan dalam hal ibadah dan meminimalisir keburukan dalam diri. Barakallah, Barakallah! Hamasah! Semangat! Ganbatte! Wahai diri. Fastabikul khoirot!

Bismillah..

Monday, November 5, 2012

Your Life is Colorful Already !

Hello life!
Sudah berapa tahunkah lamanya kehidupanmu?
Apa sajakah yang sudah menjadikan lembaran putih pada dirimu menjadi berwarna?

Pernahkah memimpikan kehidupanmu kelak yang brighter and colorful like the rainbow? Yes, i am.

Ya, saya seperti itu, "Berharap munculnya sang pelangi setelah turunnya hujan". Dengan analogi seperti ini, sebelumnya saya beranggapan bahwa kelak dari segala usaha yang saya lakukan sekarang, segala impian saya dapat terealisasikan. Namun, bukan berarti kalau kehidupan sekarang, adalah kehidupan yang kelam, menderita dan sebagainya, tidak.

Tapi, baru saja saya sadari, bahwa our life is already colorful! Why?

Friday, September 28, 2012

Sukaaa banget quote ini :D

Aku ingin mendaki puncak tantangan, 
menerjang batu granit kesulitan, 
menggoda mara bahaya, 
dan memecahkan misteri dengan sains. 

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman 
lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup 
yang ujungnya tak dapat disangka. 

Aku mendamba kehidupan 
dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain 
seperti benturan molekul uranium: 
meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, 
berkembang, terurai dan berpencar ke arah yang mengejutkan.

Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, 
menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. 

Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. 

Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, 
ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, 
dan menciut dicengkram dingin. 

Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan.

(Novel Edensor - Andrea Hirata)

Wednesday, September 26, 2012

Quotes from "I'm Not Stupid Too" Movie

Yak, kegiatan belajar mengajar Psikologi Sosial pada Senin (24/9/12) kemarin adalah : NOBAR. Hahaha
3 SKS digunakan full untuk hanya menonton film ~___~
Yaa, gak rugi memang, tapi film ini akan menjadi referensi pembahasan kedepannya. Jadi, tidak apalah, mumpung saya lagi ngantuk dan kurang fokus untuk belajar pada siang hari kemarin, hihi

Naah, salahsatu rekomendasi film yang baaaagguuss, untuk teman-teman nonton adalah ini : I'm Not Stupid Too 2. Kisah dari film Singapore ini mungkin begitu melekat pada kehidupan kita, komunikasi yang salah antar orangtua dan anak, hingga guru dan murid. Sisanya, teman-teman dapat memaknainya sendiri. Nah ini, beberapa kutipan yang (sangat) menarik, yang berhasil saya catat ^^

“Semua orang punya impian. Dari impian, datang harapan. Semua orang perlu impian. Dengan impian, ada kekuatan. Impian menyinari hatimu bagai mentari, menerangi seluruh duniamu. Impian membimbingmu ke jalan yang benar, memberimu keberanian untuk melangkah maju.”

Friday, May 25, 2012

#MyQuote

Dalam banyak hal, kesempatan itu tidak datang dua kali. Satu sekon saja anda salah mengambil keputusan, maka bersiaplah untuk berpikir lebih ekstra, mencari alternatif.

Jadilah pribadi yang sabar, sigap, bijak, tegas, tegar, dan kreatif! 

-NMA-

Sunday, May 6, 2012

KUAAATT ^o^9

Terkadang, amanah langsung muncul begitu saja, silih berganti, bahkan tak jarang berbondong-bondong.
Datang, menghampiri, mencari bahu yang bisa di tumpuki..

Membopong amanah ini, rasanya.. Semakin lama semakin banyak dan semakin banyak semakin berat.
Mereka yang mendatangiku, ataukah aku yang mendatangi mereka?
Itu tidaklah penting, hanya saja, kuatkah tubuh ini menopang segalanya?
Bisa kah istiqomah ini terus terselip di dalam setiap langkahku?


KUAAATT!!
Allah memberikan masalah kepada seseorang sesuai dengan kemampuannya. Dan kemampuan seseorang dapat dilihat melalui masalah yang mengikutinya.
Masih ragu? Ada surah Al Baqarah ayat 286 yang akan meyakinkan mu.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Lalu, mengapa engkau merasa lemah, wahai diri? Allah sedang menjadikan dirimu sebagai hamba Nya yang kuat. Kuat ketika dihantam badai, kuat ketika tak ada lagi satupun orang yang bisa bertahan, kuat ketika setiap masalah menjatuhkanmu.

Bangun. BANGKITLAH!!
Allah tak akan suka dengan lemah mu. Tak ada yang suka dengan kemalasan dan leha-leha mu, wahai diri!
berSEMANGATlah, ISTIQOMAHlah. Karena.. Allah akan selalu menolongmu!

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."  (QS. Muhammad : 7)



Saturday, December 10, 2011

Orang Berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika di dalam hutan

(Imam Syafi'i)

Monday, November 14, 2011

Karena Kesabaran Itu Tak Ada Batasnya

pernyataan dari adik kelas malam ini, cukup membuat saya tergugah dan semakin meyakinkan diri. Ia katakan "kesabaran itu ada batasnya" dan saya tidak setuju dengan kalimat tersebut.

kesabaran memang sangat abstrak untuk dinyatakan. Tapi begitu kental bila dirasakan. Bahkan Allah pun menjunjung tinggi nilai kesabaran.

kemudia, ketika kau katakan "kesabaran itu ada batasnya" bukankah itu berarti kau katakan bahwa "kau akan menyerah"? TIDAK BOLEH!!

ketika kau menghadapi suatu masalah, lalu mengahirinya karena berdalih tak ada lagi kesabaran, benarkah tak ada lagi kesabaran? padahal ketika kau mengakhirinya, pada saat itu pula kau harus bertemu kembali dengan sebuah kesabaran.

ketika kau sangat memimpikan sesuatu dan berusaha untuk mendapatkannya, tetapi yang kau dapatkan terus menerus adalah kegagalan. dan kemudian berhenti berusaha dan bermimpi karena tak ada lagi kesabaran untuk berusaha menggapainya, bukankah itu sebuah kekalahan dalam dirimu yang akan mengakibatkan penyesalan?

maka "kesabaran itu ada batasnya" hanya membuatmu membatasi diri mu untuk terus maju menggapai segala asamu. membuatmu kehilangan segala gairah untuk membuat mimpi-mimpi menjadi nyata. membuat mu menjadi pecundang yang "kalah sebelum bertarung".

karena itu, katakanlah bahwa "kesabaran itu tak ada batasnya". jangan batasi dirimu untuk terus berusaha, berkarya, dan menggapai segala mimpi mu! jadikan kesabaran sebagai penyemangat dirimu seumur hidupmu. dan batas yang sesungguhnya adalah ketika tak ada lagi usaha yang bisa kau lakukan serta tak ada lagi hembusan nafas yang mengiringi usahamu.

cause patience has no limit,
maka, teruslah berSABAR dan SEMANGAT!!
karena kesabaranku tak ada batasnya, begitu pula dengan mu.. :)

Wednesday, July 27, 2011

Maka, berjuanglah!

“Feeling Abi, Nida kuliah di universitas swasta (namanya rahasia yaa, hihi) itu nih..” kata Abi sambil senyumsenyum.

Kemudian entah mengapa, tanpa ragu saya langsung menjawab “iya…”, terdiam, lalu berpikir kembali, bertanya-tanya mengapa dengan spontannya saya bisa menjawab seperti itu.

Wednesday, June 22, 2011

jadi AKHWAT jangan CENGENG


astaghfirullah. saya sadari masih sungguh sangat banyak yang perlu dibenahi dari diri ini. semoga bisa menjadi hamba Nya yang lebih baik lagi. dan semoga artikel ini bermanfaat :)

Jadi Akhwat jangan cengeng.

Dikasih amanah malah melarikan diri. Diajak syuro bilang ada ijin syar’i. Afwan ane ada agenda syar’i. Afwan lagi nguleg sambel trasi. Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi. Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah.. yuk mari.. Terus dakwah gimana? Diakhiri???

 Jadi Akhwat jangan cengeng.

Sunday, June 5, 2011

Tanamlah tunas-tunas kebaikan walaupun harapan akan ada buahnya tidak terlihat olehmu. Jadikan ia harapanmu! Bangkitlah meski kiamat sudah terjadi. Yang diminta darimu adalah berusaha sedangkan sisanya ditangan Allah.
- Buku Pintar Akhlak by Dr. Amr Khaled -

Friday, June 3, 2011

Senyummu Kekuatanmu

Sahabat.. ketika kepasrahan jiwa kita telah mencapai titik nadzir, keyakinan akan pertolongan Allah yang telah bulat, keyakinan yang mantap bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, maka tersenyumlah, lapangkanlah dada-dada kita.
Sesungguhnya senyuman akan sangat bermanfaat bagi kita, senyuman yang muncul karena kepasrahan, ketundukan dan keyakinan yang mantap akan pertolongan dari Allah akan membantu kita untuk menikmati hidup ini.


Saturday, March 12, 2011

Berkaryalah pada hari ini saja

“mereka tak mengira bahwa setelah kebaikan itu tidak ada keburukan, mereka tidak menyangka bahwa keburukan itu akan selalu ada”

Kata salah seorang yang sangat menikmati hidup ini, “hari yang indah adalah hari ketika kita mampu menguasai dan mengontrol dunia, bukan sebaliknya. Hari yang indah adalah hari ketika kita sanggup mengarahkan nafsu dan selera kita, dan kita tidak terperdaya sehingga menjadi rendah dan tak berdaya.”

Hari-hari yang aku ingat yang tidak akan aku lupakan:

Hari-hari ketika aku menguasai diriku dan keluar dari ujian keraguan, apakah aku bisa atau tidak, adalah hari yang sangat indah.

Keindahan hari itu adalah ketika aku ragu antara ujian orang kepadaku, dan amalan yang tak dipuji seorangpun, bahkan tidak mengetahuinya. Aku tinggalkan pujian itu dibelakangku dan aku rela dengan perbuatan yang tidak diketahui orang lain.

Jadilah jiwa yang bersinar, maka alam raya akan menyambutmu


“apa kau kira kesengsaraan seseorang akan abadi? Jika sesuatu itu abadi, maka manusia pasti akan menganggapnya mengesankan” 

Pandanglah hidup dengan pandangan cinta yang optimis. Kehidupan adalah anugerah dari Allah untuk manusia. Terimalah hadiah dari yang Maha Esa. Ambillah dengan senang dan bangga. Sambutlah siang yang bercahaya dan bersinar. Sambutlah waktu pagi yang cerah dan senyum yang indah. Sambutlah malam yang tenang dan sunyi. Minumlah air yang jernih sambil memuji dan bersyukur. Hiruplah udara dengan gembira dan hati senang. Hisaplah harum bunga dengan bertasbih. Dan renungkanlah alam raya sambil mengambil pelajaran yang berharga darinya.

Carilah anugerah di bumi, di bunga, di mawar, di panasnya matahari, dan lain-lain. Jadikan anugerah itu sebagai modal penolong untuk taat, bersyukur dan memuji Allah. Berhati-hatilah, janganlah sampai engkau diliputi oleh kedukaan, kebingungan, dan keadaan yang tidak menentu karena nikmat-nikmat ini, sehingga engkau menjadi orang yang keras kepala dan congkak. Ketahuilah, bahwa Allah tidak menciptakan nikmat-nikmat ini kecuali dijadikan sebagai sarana untuk menyembah-Nya. 

日本に行きましょう! [Let's go to Japan!] ^^