Showing posts with label muhasabah. Show all posts
Showing posts with label muhasabah. Show all posts
Wednesday, January 16, 2013
Sunday, January 13, 2013
Saturday, November 24, 2012
Aaa.. Kepalaku Bercabang Dua!
"Aaa.. Kepalaku Bercabang Dua!"
Haha sebuah judul yang sudah kupikirkan sejak lama, and today is the moment :D
Tadinya mau dipakai untuk judul sebuah buku yang ingin kuterbitkan, tapi.. karena belum ada "persiapan" sama sekali, jadinya mari kita baca di blog saja :D
What a wonderful fajr! Bukan karena hari ini saya ultah, tapi saya berhasil melawan rasa malas untuk bertemu dan bersyukur atas Sang Pencipta, Sang pemberi nikmat dan kesempatan bagi saya untuk dapat beribadah dan menyembahnya, Allah SWT. *kok kayak pidato ya? hehe
Dan akhirnya tibalah hari yang menggenapkan saya bertambah umur. Tak terasa sudah nyaris mendekati fase remaja akhir -kata teori. Itu berarti, sudah sekitar belasan tahun saya hidup, menggoreskan tinta pelangi dan tinta hitam pada lembar kehidupan saya. Entah lebih beragam warnanya, ataukah terlalu banyak warna hitam karena banyak dosa? Wallahu'alam.
Tapi yang pasti, sepertinya masih banyak yang belum saya lakukan untuk menggoreskan tinta warna tersebut. Huaaa! Waktuku semakin berkurang, semakin berkurang! >.<
Harus segera membuat strategi akselerasi untuk mengejar semua ketertinggalan dalam hal ibadah dan meminimalisir keburukan dalam diri. Barakallah, Barakallah! Hamasah! Semangat! Ganbatte! Wahai diri. Fastabikul khoirot!
Bismillah..
Haha sebuah judul yang sudah kupikirkan sejak lama, and today is the moment :D
Tadinya mau dipakai untuk judul sebuah buku yang ingin kuterbitkan, tapi.. karena belum ada "persiapan" sama sekali, jadinya mari kita baca di blog saja :D
What a wonderful fajr! Bukan karena hari ini saya ultah, tapi saya berhasil melawan rasa malas untuk bertemu dan bersyukur atas Sang Pencipta, Sang pemberi nikmat dan kesempatan bagi saya untuk dapat beribadah dan menyembahnya, Allah SWT. *kok kayak pidato ya? hehe
Dan akhirnya tibalah hari yang menggenapkan saya bertambah umur. Tak terasa sudah nyaris mendekati fase remaja akhir -kata teori. Itu berarti, sudah sekitar belasan tahun saya hidup, menggoreskan tinta pelangi dan tinta hitam pada lembar kehidupan saya. Entah lebih beragam warnanya, ataukah terlalu banyak warna hitam karena banyak dosa? Wallahu'alam.
Tapi yang pasti, sepertinya masih banyak yang belum saya lakukan untuk menggoreskan tinta warna tersebut. Huaaa! Waktuku semakin berkurang, semakin berkurang! >.<
Harus segera membuat strategi akselerasi untuk mengejar semua ketertinggalan dalam hal ibadah dan meminimalisir keburukan dalam diri. Barakallah, Barakallah! Hamasah! Semangat! Ganbatte! Wahai diri. Fastabikul khoirot!
Bismillah..
Friday, November 23, 2012
Birthday = Happiness?
Give me a reason why : Someone who's in birthday should be happy?
Malam ini saya senang sekali, akhirnya sang Ayah mengunjungi saya untuk pertama kalinya, membawakan hadiah yang luar biasa, walaupun masih terhitung beberapa jam lagi saya ultah. Bukan karena saya akan ultah lalu bahagia, tapi begitu bahagianya saya karena melihat begitu besarnya kasih sayang orangtua terhadap saya, Alhamdulillah. :')
Meski hanya bertemu mungkin hanya dua jam kurang, tapi sudah cukup meredakan rasa rindu saya terhadap rumah.
It's going my (our) birthday. Mengapa harus bahagia? Umur saya akan bertambah satu, itu berarti umur saya di dunia berkurang satu tahun. Siapa yang menjamin kalau kelak saya akan hidup sampai besok, pekan depan, bulan depan, 5, 20, atau 50 tahun kedepan? Wallahu'alam. Hanya Allah yang tau, RAHASIA. Maka dari itu, apa yang harus dibanggakan wahai diri? Apa yang harus dirayakan? Merayakan semakin dekatnya kematian kita? Na'uzubillah :'(
Karena itu, untuk para diri yang akan menyongsong hari ulangtahun nya, yuk mari muhasabah. Hal buruk apa yang harus dievaluasi dan dirubah? Hal baik apa yang harus dipertahankan dan ditingkatkan?
Ayoo kita jadikan moment ini sebagai ajang fastabiqul khoirot! Mari berhijrah, dari diri yang kurang baik, menjadi lebih baik; dari diri yang baik, menjadi semakin baik. Barakallahu fii umrik
Malam ini saya senang sekali, akhirnya sang Ayah mengunjungi saya untuk pertama kalinya, membawakan hadiah yang luar biasa, walaupun masih terhitung beberapa jam lagi saya ultah. Bukan karena saya akan ultah lalu bahagia, tapi begitu bahagianya saya karena melihat begitu besarnya kasih sayang orangtua terhadap saya, Alhamdulillah. :')
Meski hanya bertemu mungkin hanya dua jam kurang, tapi sudah cukup meredakan rasa rindu saya terhadap rumah.
It's going my (our) birthday. Mengapa harus bahagia? Umur saya akan bertambah satu, itu berarti umur saya di dunia berkurang satu tahun. Siapa yang menjamin kalau kelak saya akan hidup sampai besok, pekan depan, bulan depan, 5, 20, atau 50 tahun kedepan? Wallahu'alam. Hanya Allah yang tau, RAHASIA. Maka dari itu, apa yang harus dibanggakan wahai diri? Apa yang harus dirayakan? Merayakan semakin dekatnya kematian kita? Na'uzubillah :'(
Karena itu, untuk para diri yang akan menyongsong hari ulangtahun nya, yuk mari muhasabah. Hal buruk apa yang harus dievaluasi dan dirubah? Hal baik apa yang harus dipertahankan dan ditingkatkan?
Ayoo kita jadikan moment ini sebagai ajang fastabiqul khoirot! Mari berhijrah, dari diri yang kurang baik, menjadi lebih baik; dari diri yang baik, menjadi semakin baik. Barakallahu fii umrik
Monday, November 5, 2012
Our life isn't long.
Beberapa hari ini terhenyak sekali. Pagi hari disaat orang-orang mulai mempersiapkan untuk aktivitas sehariannya, toa masjid dibunyikan, dan mengabarkan bahwa ada seorang bapak yang meninggal, selang dua hari kemudian terkabarkan lagi berita yang serupa. Dan kemarin (4/11) mendengar berita kecelakaannya bis yang berisi mahasiswa dari Undip dan terdapat 2 orang akhwat diantara mereka yang meninggal. :(
Tiba-tiba hati ini sesak sekali, 'mendengarkan' cerita detik-detik terjadinya kecelakaan, tulisan blog dari salahsatu almarhumah, dan akun facebook nya. Tak sadar, sang almarhumah menyusup kedalam hati saya, hingga saya merasa seperti kenal dengan beliau. Nampaknya, beliau adalah sosok yang baik, sampai Allah mencintai dan membawanya kembali ke sisi-Nya. Subhanallah.. Semoga Allah menerimanya di sisi-Nya. Aamiin.
Tiba-tiba hati ini sesak sekali, 'mendengarkan' cerita detik-detik terjadinya kecelakaan, tulisan blog dari salahsatu almarhumah, dan akun facebook nya. Tak sadar, sang almarhumah menyusup kedalam hati saya, hingga saya merasa seperti kenal dengan beliau. Nampaknya, beliau adalah sosok yang baik, sampai Allah mencintai dan membawanya kembali ke sisi-Nya. Subhanallah.. Semoga Allah menerimanya di sisi-Nya. Aamiin.
Friday, May 25, 2012
#MyQuote
Dalam banyak hal, kesempatan itu tidak datang dua kali. Satu sekon saja anda salah mengambil keputusan, maka bersiaplah untuk berpikir lebih ekstra, mencari alternatif.
Jadilah pribadi yang sabar, sigap, bijak, tegas, tegar, dan kreatif!
Jadilah pribadi yang sabar, sigap, bijak, tegas, tegar, dan kreatif!
-NMA-
Friday, May 18, 2012
Mau manfaat atau mudharat?
Hari ini, saya mendapatkan sebuah hikmah. Simpel, namun sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelumnya, mari kita lirik QS. Al Baqarah: 216
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Sebelumnya, mari kita lirik QS. Al Baqarah: 216
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Saturday, December 10, 2011
Es Pisang Coklat ~ sebuah perjuangan untuk kesuksesan
Hari mendung yang mencerahkan hatiku. Berbeda dengan cerita sebelumnya, anak kecil ini sungguh tampak berbeda. Binar matanya penuh harap dan lelah..
Sore ini, sepulang mentoring di masjid kampus, kutemui seorang anak laki-laki di halaman masjid. Badannya kecil dan berkulit hitam. Mengendarai sebuah sepeda yang tingginya sesuai dengan badannya. Berbeda dengan anak laki-laki sebelumnya yang kutemui, ia membawa sebuah kotak kecil berwarna biru, digantungkan di stang sepeda sebelah kiri dan dompet hape yang berisi uang di stang sebelah kanan. Saat aku melihat kearahnya, ia pun melihatku, dengan segera ia bertanya, "teh.. mau es gak?" tanpa berpikir panjang, kuberikan senyuman dan berkata "gak, dek.."
Sore ini, sepulang mentoring di masjid kampus, kutemui seorang anak laki-laki di halaman masjid. Badannya kecil dan berkulit hitam. Mengendarai sebuah sepeda yang tingginya sesuai dengan badannya. Berbeda dengan anak laki-laki sebelumnya yang kutemui, ia membawa sebuah kotak kecil berwarna biru, digantungkan di stang sepeda sebelah kiri dan dompet hape yang berisi uang di stang sebelah kanan. Saat aku melihat kearahnya, ia pun melihatku, dengan segera ia bertanya, "teh.. mau es gak?" tanpa berpikir panjang, kuberikan senyuman dan berkata "gak, dek.."
Sunday, December 4, 2011
Dunia "luar" itu mengerikan
Malam itu, tepatnya tanggal 1 November 2011 selesai les di tempat yang lokasinya agak jauh dari kosan, saya pun bergegas pulang. Langit semakin gelap dan angin malam semakin kuat hembuskan dinginnya. Seorang diri saya naik ke sebuah angkot pertama, ditemani orang2 yang sama sekali tidak saya kenal. Tak lama saya sadari, ternyata angkot tersebut, melewati jalan yang tak sesuai dengan jalan yang biasanya di lewati, untung saja saya telah mengenali sebagian daerah yang baru saja saya tinggali ini. “alamat naik angkot tiga kali ini” desah saya. Walaupun sebenarnya bisa hanya dengan dua kali angkot saja, tapi karena “pesanan” makan malam banyak dan saya juga belum membelinya, otakpun segera berputar, merancang langkah mana yang harus saya ambil terlebih dahulu.
Angkot pertama berhenti didepan sebuah mall kecil, saya turun dan segera mencari angkot kedua yang akan dinaiki. Seperti biasa, angkot didepan mall tersebut selalu ‘ngetem’ tapi.. Alhamdulillah sudah banyak orang didalamnya, itu berati tak akan lama saya menunggu angkot tersebut jalan. Satu, dua, tiga orang lagi memasuki dan memenuhi tempat duduk kosong di angkot tersebut. Tidak lama kemudian, kami kira si supir angkot akan menjalankan angkot tersebut, tapi ternyata dia berbicara dengan seseorang.
Angkot pertama berhenti didepan sebuah mall kecil, saya turun dan segera mencari angkot kedua yang akan dinaiki. Seperti biasa, angkot didepan mall tersebut selalu ‘ngetem’ tapi.. Alhamdulillah sudah banyak orang didalamnya, itu berati tak akan lama saya menunggu angkot tersebut jalan. Satu, dua, tiga orang lagi memasuki dan memenuhi tempat duduk kosong di angkot tersebut. Tidak lama kemudian, kami kira si supir angkot akan menjalankan angkot tersebut, tapi ternyata dia berbicara dengan seseorang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
日本に行きましょう! [Let's go to Japan!] ^^

