Singkat cerita.. *karena saya sudah agak lupa dengan kejadian di pagi hari ini* yang saya kerjakan hanya bulak-balik dari Salman ke Taman Ganesha, sudah kayak setrikaan deh pokoknya. Walaupun hari sebelumnya saya sudah mendata peserta kelompok yang saya pegang, dan ternyata yang fix datang hanya 2 dari 5 LDK, dengan jumlah peserta 17 dari 27, saya bersyukur karena sepertinya dimudahkan oleh Allah untuk menjalankan amanah ini. Eeeh.. malamnya, mendadak saya disuruh memegang 5 orang dari LDK yang berbeda, dan 5 orang peserta "spesial" yaitu nominator IYIL (Indonesian Young Islamic Leader), salah satu acara yang diadakan dalam rangkaian acara IMSS 2012 ini. Yap, saya terima saja, karena saya rasa ini tidak akan susah.
Saturday, July 21, 2012
Diary #haLO H-1
Singkat cerita.. *karena saya sudah agak lupa dengan kejadian di pagi hari ini* yang saya kerjakan hanya bulak-balik dari Salman ke Taman Ganesha, sudah kayak setrikaan deh pokoknya. Walaupun hari sebelumnya saya sudah mendata peserta kelompok yang saya pegang, dan ternyata yang fix datang hanya 2 dari 5 LDK, dengan jumlah peserta 17 dari 27, saya bersyukur karena sepertinya dimudahkan oleh Allah untuk menjalankan amanah ini. Eeeh.. malamnya, mendadak saya disuruh memegang 5 orang dari LDK yang berbeda, dan 5 orang peserta "spesial" yaitu nominator IYIL (Indonesian Young Islamic Leader), salah satu acara yang diadakan dalam rangkaian acara IMSS 2012 ini. Yap, saya terima saja, karena saya rasa ini tidak akan susah.
#haLO IMSS ^^
Acara FSLDKN XVI - IMSS 2012, 3 hari telah berlalu. Dan sampai sekarang masih meninggalkan "bekas" kenangan dan pengalaman yang tak akan terlupa sepanjang masa.
Haaa.. saya galau jadinya, mengingat-ingat riweuhnya IMSS dari H-1 sampai hari ke 4, ituuu... Subhanallah, super sekali.
Amanah yang saya pegang saat itu adalah LO, kepanjangannya Liaison Officer, kurang mengerti secara detail artinya, tapi yaa seperti itulah kerjanya. Menjadi "tour guide" bagi para peserta. Sampai-sampai, tugas LO itu sepertinya tidak hanya satu, merangkap mulai dari divisi konsumsi, transportasi, bahkan sampai acara. Haha kenapa? Soalnya setiap peserta menanyakan semua hal kepada para LO, dan yang kocaknya, kami para LO itu sebenarnya kan harusnya hanya sebagai perantara, ketika ada peserta yang menanyakan permasalahan divisi lain kepada LO, kami menyuruh mereka menanyakan pada divisi yang bersangkutan, lha tapi si anggota divisi malah bilang, "hmm coba tanyakan LO nya aja". Lho? :))
Makanya kami sebagai LO saat itu merasa stress juga menangani mereka, tapi di sisi lain kami sangat bangga dan lucu dengan tugas2 kami, karena merangkap tersebut, rasanya seperti divisi yang serba tau. Super LO ^^
Huaa, dan sampai saat ini, saya masih merindukan suasana itu semua, walaupun sampai suara saya serak-serak-basah *wkwk* dan tubuh melemah hingga mau pingsan mungkin, tapi saya jalani dengan sungguh sangat amat bahagia sekali. Benar2 pengalaman yang tak akan pernah saya sesali, tak akan pernah saya lupakan. It's one of my best experience :')
Tapi.. dari H-1 saya belum sempat menulis diary nya nih, jadi... insyaAllah akan saya tulis dan posting setelah tulisan ini, walau lebih ringkas, semoga pengalaman intinya masih tetap tergambar jelas ^^
Jakarta, 21 Juli 2012
*di tempat 'transit' sebelum pulang ke home sweet home hihi
Haaa.. saya galau jadinya, mengingat-ingat riweuhnya IMSS dari H-1 sampai hari ke 4, ituuu... Subhanallah, super sekali.
Amanah yang saya pegang saat itu adalah LO, kepanjangannya Liaison Officer, kurang mengerti secara detail artinya, tapi yaa seperti itulah kerjanya. Menjadi "tour guide" bagi para peserta. Sampai-sampai, tugas LO itu sepertinya tidak hanya satu, merangkap mulai dari divisi konsumsi, transportasi, bahkan sampai acara. Haha kenapa? Soalnya setiap peserta menanyakan semua hal kepada para LO, dan yang kocaknya, kami para LO itu sebenarnya kan harusnya hanya sebagai perantara, ketika ada peserta yang menanyakan permasalahan divisi lain kepada LO, kami menyuruh mereka menanyakan pada divisi yang bersangkutan, lha tapi si anggota divisi malah bilang, "hmm coba tanyakan LO nya aja". Lho? :))
Makanya kami sebagai LO saat itu merasa stress juga menangani mereka, tapi di sisi lain kami sangat bangga dan lucu dengan tugas2 kami, karena merangkap tersebut, rasanya seperti divisi yang serba tau. Super LO ^^
Huaa, dan sampai saat ini, saya masih merindukan suasana itu semua, walaupun sampai suara saya serak-serak-basah *wkwk* dan tubuh melemah hingga mau pingsan mungkin, tapi saya jalani dengan sungguh sangat amat bahagia sekali. Benar2 pengalaman yang tak akan pernah saya sesali, tak akan pernah saya lupakan. It's one of my best experience :')
Tapi.. dari H-1 saya belum sempat menulis diary nya nih, jadi... insyaAllah akan saya tulis dan posting setelah tulisan ini, walau lebih ringkas, semoga pengalaman intinya masih tetap tergambar jelas ^^
Jakarta, 21 Juli 2012
*di tempat 'transit' sebelum pulang ke home sweet home hihi
Karakteristik Sifat Berdasarkan Golongan Darah
Beraneka ragam golongan darah yang di miliki oleh manusia ternyata menimbulkan berbagai macem karakter dan sifat dari manusia itu sendiri.
Ayo coba kita teliti satu - satu yuk!
Apa bener karakter kita sama dengan yang karakter golongan darah kita ?
atau sebaliknya murtad dari golongan darah kita ?
ayo kita cek!
Ayo coba kita teliti satu - satu yuk!
Apa bener karakter kita sama dengan yang karakter golongan darah kita ?
atau sebaliknya murtad dari golongan darah kita ?
ayo kita cek!
Thursday, July 5, 2012
BUKAN untuk PACARAN
Pagi ini indah, cerah, bertemu dengan ayat peringatan yang bagus untuk di-muhasabahkan :
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al-Baqarah : 208-209)
Ya, sebagai muslim yang beriman, kita terutama saya, harus menyelami islam hingga dalam dan benar. Jangan sampai kita hanya taklit buta mengikuti segala hal tanpa mengetahui kebenarannya, apalagi berhubungan dengan ibadah. Islam itu indah dan mudah, jadi tidak usah dipersulit dengan hal2 yang sebenarnya sudah dijelaskan hukumnya.
eeh.. tak lama saya melihat quote ini di retweet oleh salah seorang teman saya :
"Bertemulah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi." - Ali bin Abi Thalib
Thursday, June 28, 2012
Kegalauanku. Anybody help me..
Lagi2.. Galau. Dan daripada dipendam sendiri,
mending dituliskan, biar plong :D
Jadi begini.. Terkadang saya bingung.. antara saya harus
berbagi dengan orang lain, atau –berniat– mencerdaskan orang lain.
Yang pertama, saya selalu berpikiran, dengan berbagi kita
akan menjadi lebih “kaya”. Sebagai contoh, ketika saya punya banyak materi
kuliah dari dosen untuk ujian, disaat saya malas untuk membagikannya kepada
orang lain, pasti saya selalu mensugestikan kepada diri sendiri “jangan pelit,
bagikan pada orang lain. Insya Allah nanti kamu dimudahkan, karena telah membantu
temanmu. Lagipula kamu kan mendapatkan dari orang lain juga. Insya Allah juga,
pahala akan mengalir kok”.
Oke, ini bukan masalah yang besar pada saya, karena dengan
berbagi juga saya yakin kemudahan akan kita dapatkan. Dan ini jelas, bahan yang
saya miliki, tidak boleh hanya saya yang memiliki, orang lain berhak tau. Ya kan? Okay, case closed.
Nah.. yang kedua ini, yang membuat saya galau. Seperti kalimat
awal di awal tulisan, antara harus berbagi dengan orang lain (lagi) atau
mencerdaskan orang lain. Berhubung saat menulis ini, saya sedang –istirahat– belajar
(baca: belajar SKS) buat UAS besok dengan seorang teman, saya jadi terinspirasi
untuk menulis kegalauan saya ini.
Jaaadi.. masalahnya seperti ini.. Saya senang, jika berbagi
dengan orang lain, kalau teman saya kesulitan dalam memahami pun saya mencoba
menjelaskan sesuai dengan pemahaman yang saya miliki. Mengambil kasus real
saja, kebetulan, Alhamdulillah untuk ujian besok, sang dosen telah memberikan
kami kisi-kisi ujian, meskipun nantinya close book, tapi lumayan lah ya, punya
gambaran soal ujian untuk besok xD otomatis kami harus mencari jawabannya kaan?
Sudah terbayang permasalahan saya? K
Saya berusaha semaksimal mungkin mencari jawaban, pusing2,
muter2, guling2 (lho?) sebaik mungkin untuk menemukan jawaban
yang benar. Bukan hal yang gampang kan? Eh terus teman2 saya yang lain dengan
enaknya, nanya “eh jawabannya apa?”. Dongkol tidak? Saya capek2 memikirkan sang
jawaban sampai guling2, yang lain dengan enaknya mau nyontek, poin2
jawaban yang telah saya buat. Sudah pasti saya jadi lebih malas memberikan bahan
(baca: jawaban) ujian dibandingkan dengan memberikan bahan dari dosen.
Galau itu ketika, muncullah pemikiran positif saya yang ‘menghasut’,
“kasih aja, lagian kan kamu ngasih poinnya aja, belum tentu pas UAS yang essay
itu, mereka bisa menjawab dengan sama persis seperti kamu.. siapa tau dapet
bonus pahala dan kemudahan saat mengisi jawaban”. tapi di sisi lain, saya
berpikir juga “aku pengen mereka mencari jawaban sendiri biar paham, gak cuma sekedar
nyontek tapi tetep gak ngerti sama sekali”.
Lalu tindakan apa yang harus saya lakukan demi kebaikan bersama?
Agar saya tidak merasa dirugikan, teman2 yang minta jawaban pun juga
menjadi cerdas dan tidak dongkol pada saya karena saya tidak memberikan
jawaban? Gimme some suggestions.. T___T
*NB: honestly, saya tidak terlalu peduli ketika orang lain (misalnya) menganggap saya pelit karena tidak
memberikan jawaban, saya pun sebenarnya merasa tidak enak. Tapi menurut saya
ini hanya salahsatu aktivitas ‘kecil’ yang sebenarnya orang lain dapat menilai
saya dari sisi lainnya, untuk masalah pelit saja, saya tidak pelit dalam segala
hal kan, hanya untuk hal2 tertentu saja. ;)
Wednesday, June 27, 2012
Criing.. Jadilah penulis!
“Jangan berkutat di teori, praktek langsung dengan menulis setiap hari jika kamu ingin mimpi menjadi penulis terwujud!” –Asma Nadia–
Salah satu status FB dari mbak Asma Nadia yang bikin saya
tersentak sesaat. Menyadari kondisi kebingungan saya, yang mulai teratasi
dengan quote tersebut. Tepat sekali
hari ini, “kegalauan” untuk menulis, menjalar hingga sekujur tubuh sampai saya
memasang sebuah status di dua social media yang saya miliki dan menuliskan
“Pengen nulis tapi gak ada cukup ide untuk memulainya T__T”. Iyaaa.. saya ingin
sekali menulis non fiksi –apa lagi fiksi- setelah akhir pekan lalu ikut seminar
dan workshop menulis. Teori sudah dapat, sampai judul pun sudah dapat dua,
tapi.. mengeluarkannya itu yang bingung. Bingung? Sepertinya sesuai dengan kata
mbak Asma, “Jangan berkutat di teori,
praktek langsung dengan menulis setiap
hari”. Karena dapat teori, menulis yang benar, kesempurnaan pun mulai
menuntut diriku. Jadi teringat quote dari bunda Helvy Tiana Rosa juga saat
Seminar, “Menulis bagi seorang penulis
itu lebih sulit dari pada seorang yang bukan penulis”, kenapa? Karena
seorang penulis itu memiliki teori-teori dalam menulis, sehingga ketika ia
salah, ia mengetahuinya dan secara tidak langsung tertuntut untuk sesuai dengan
teori yang ada. Nah saya, belum jadi penulis terkenal –aamiin- saja, sudah
pusing duluan. ~.~
Friday, May 25, 2012
#MyQuote
Dalam banyak hal, kesempatan itu tidak datang dua kali. Satu sekon saja anda salah mengambil keputusan, maka bersiaplah untuk berpikir lebih ekstra, mencari alternatif.
Jadilah pribadi yang sabar, sigap, bijak, tegas, tegar, dan kreatif!
Jadilah pribadi yang sabar, sigap, bijak, tegas, tegar, dan kreatif!
-NMA-
Subscribe to:
Posts (Atom)
日本に行きましょう! [Let's go to Japan!] ^^

